9/23/2009

Ridwan Garcia Blog & website

Ship Handling activity                                  
Selamat  datang mari bergabung  di forum info pelaut indonesia
FORUM INFO PELAUT

INFO JOB PELAUT
Cerita silat :                                               Tentang cinta :
Soal jawab Hukum Maritim     Soal jawab Kompas & Kemudi :
Soal Jawab Manegement Pelayaran     Soal jawab dinas jaga laut:
PELAUT GROUP HOMEPAGE
Kumpulan perusahaan pelayaran
Indonesian food     Google Smart
indonesian story
Anda ingin mencari kerja dilaut?
Anda ingin bertukar sharing dgn pelaut ?
Anda ingin berhubungan lansung dgn crewing departement?
Anda ingin mencari informasi? atau yg lain, kalian bisa mendapatkan keutungan bergabung dengan kami atau kirim kan CV anda ke :     info-pelaut@googlegroups.com

9/22/2009

History of Plimsoll Mark

Merkah kambangan menurut catatan sejarah bermula dari abad pertengahan, negara Italia telah mempunyai undang-undang untuk pemuatan diatas kapal, dimana setelah dilakukan pemeriksaan dan perhitungan, maka lambung kapal diberi tanda.


Asal mula dari lingkaran sebagai tanda merkah kambangan yang dipergunakan sampai sekarang ini ialah dari Sardinia, dimana sarat maksimum dari kapal pada waktu itu ditandai dengan sebuah titik yang merupakan sebuah pusat dari lingkaran . Sedangkan orang – orang Venesia menandainya dengan gambar Salib, dan orang Genoa dengan tiga baris yang membujur terbuat dari besi.
Merkah Kambangan atau merkah benaman adalah sebuah tanda untuk membatasi
jumlah berat yang boleh diangkut oleh sebuah kapal dengan aman.
Pada tahun 1867 seorang anggota Parlemen Inggris bernama Sir Samuel Plimsoll mempunyai gagasan agar semua kapal yang berbendera Inggris untuk memasang merkah kambangan.
Penjelasannya akhirnya diundangkan pada tahun 1890 untuk penyeragaman. Untuk mengabadikan pencetusnya maka Merkah Kambangan juga disebut Plimsoll Mark. Merkah kambangan ini kemudian diikuti oleh negara-negara maritim lainnya. Merkah kambangan juga disebut Garis Muatan atau Load Line.

Garis Dek :
Sebelum kita memasang Plimsoll Mark (Merkah Kambangan) maka harus ditentukan lebih dahulu letak dari garis-deknya (deck-line) pada lambung kapal. Garis-dek ini merupakan garis datar di mana sisi atasnya berimpit dengan sisi atas dari geladak lambung bebas (freeboard-deck), dan letaknya di tengah kapal dengan ukuran panjang 300 mm dan lebarnya 25 mm. Deck-line harus dicat kontras dengan warna lambungnya. Di cat hitam jika lambungnya putih atau warna terang. Di cat putih atau kuning, jika warna cat lambungnya gelap.Lingkaran garis air atau Plimsoll mark dilukis di bawah garis dek. Jarak antara bagian atas deck-line, dari dua jenis dek = 540 mm di depan dari pusat lingkaran dilukiskan Load-line, yang menandai batasan sarat bagi kapal jika berada di laut atau zona tertentu.



Perubahan sarat kapal oleh perubahan berat jenis (B.J) air disebut juga Fresh Water Allowance, yang harus diketahui.

Jadi Fresh Water Allowance adalah angka dalam milimeter perubahan sarat rata-rata jika kapal berlayar dari laut menuju ke air tawar, atau sebaliknya, jika sedang dalam keadaan loaded draft. Hal ini dapat dihitung dengan rumus:

FWA (dalam mm) = Displacement (dalam ton) 4 x TPC

Pembuktian rumus tersebut adalah sbb:
Pada gambar atas kapal terapung pada Summer Draft di air laut pada WL. Maka V adalah volume air laut yang dipindahkan. Sekarang jika pindah ke air tawar, maka WL, merupakan garis air kapal yang memindahkan massa air tawar. Jadi di sini “v” merupakan penambahan volume air tawar yang dipindahkan adalah : V + v


Sekarang jika ‘w’ merupakan massa air laut, dalam volume ‘v’, dan ‘W’ adalah massa air laut pada volume ‘V’


S - “Summer Load line”, adalah garis batas tenggelam kapal pada waktu berada di laut daerah musim panas permanen atau daerah musim panas pada waktu musim panas (seasonal zone). Tingginya sama dengan titik tengah lingkaran.
W - “Winter Load line” Garis batas tenggelam pada waktu berada di daerah musim dingin pada saat musim dingin (Winter).Jaraknya = (1/48) x Summer Draft dibawah garis S.
T - “Tropical Load Line” Garis batas tenggelam pada waktu kapal berada di daerah tropis atau selama musim panas (tropic).Letaknya = (1/48) x Summer Draft untuk tiap meter atas garis S.
F - “Summer Fresh Water” Garis batas tenggelam selama kapal berada di air tawar selama musim panas permanen.Jaraknya di atas : S adalah berdasarkan rumus : W/4TPC mm, dimana W adalah displacement pada Summer Draft dan TPC (ton per-centimeter-immersion) dalam cm.
WNA - “Winter North Atlantic Load Line” Garis batas tenggelam selama kapal didaerah musim dingin Winter North Atlantic.Letaknya : berada 50 mm di bawah W. Tanda ini hanya dapat digunakan bagi kapal yang panjangnya 100 m atau kurang.
TF - “Tropical Fresh Water Load line” Garis batas tenggelam kapal diair tawar musim Tropis , di mana kapal dapat dimuati agar draft atau saratnya d







Penggunaan WNA

a) Kapal Penumpang berlayar :
- Di daerah North Atlantic
- Pada musim Winter
- Panjang ≤ 100 meter

b) Kapal Tanker berlayar :
- Di daerah North Atlantic
- Pada musim Winter
- Setiap 100 meter → 25 mm

A. KAPAL KAYU YANG MEMUAT KAYU BILA :
1. Berlayar melintasi daerah North Atlantic
2. Pada musim dingin (Winter)
3. Tidak perduli berapa panjangnya, harus menggunakan LWNA Draft, dimana :
A. Bagi kapal yang panjangnya < 330‘ letak LWNA draft seletak (sejajar) dengan WNA draft-nya kapal cargo.
B. Bagi kapal yang panjangnya > 330’ letak LWNA draft seletak (sejajar) dengan W draft-nya kapal cargo.
WNA = Lumber Winter North Atlantic

B. KAPAL CARGO DAN PENUMPANG YANG :
1. Melintasi daerah North Atlantic
2. Pada musim dingin (Winter

A. Bila panjang kapal tersebut L  330’ harus menggunakan WNA draft (yang konstruksinya = fix 2 inches dibawah W draft )

B. Bila panjang kapal tersebut L > 330’ cukup memakai W draft-nya saja.

C. KAPAL TANKER YANG :
1. Melintasi daerah North Atlanti
2. Pada musim dingin ( Winter )

Tidak perduli dengan panjangnya, harus menggunakan WNA Draft, dimana konstruksinya (jarak) dari W draft-nya setiap 100 feet panjang kapal maka koreksinya 1 inch (dengan interpolasi).
Contoh : Panjang kapal 250”
Maka koreksinya,
Corr. = 250” X 1 “100’= 2,5”

Dapat dilihat :
S = Summer Load Line adalah batas tenggelam kapal pada waktu berada di laut daerah musim panas permanen.
> Tingginya sama dengan titik tengah lingkaran
W = Winter Load Line adalah batas tenggelam kapal pada waktu berada di daerah musim Dingin (Winter)
> Jaraknya = (1/48) x Summer Draft di bawah garis S
T = Tropical Load Line adalah batas tenggelam kapal pada waktu berada di daerah Tropis
> Jaraknya = (1/48) x Summer Draft di atas garis S
F = Summer Fresh Water Load Line adalah batas tenggelam kapal pada waktu berada di air tawar selama musim panas tetap > Jaraknya di atas S adalah :cm atau mm


WNA = Winter North Atlantic Load Line adalah batas tenggelam kapal di daerah Musim dingin Winter North Atlantic
> Tanda ini hanya digunakan bagi kapal yang panjangnya ≤ 100 m
 > Letaknya garis ini 50 mm di bawah garis W
TF = Tropical Fresh Water Load Line adalah batas tenggelam kapal di air tawar musim Tropis


Gas Tanker Handling & Stowage

Gas - gas yang dicairkan yang diangkut menggunakan kapal laut dapat dibagi atas :
1. Liquid Petroleum Gas ( LPG )
2. Liquid Natural Gas ( LNG )


A. L P G ( Liquid Petoleum Gas ) :
Cairan gas ini merupakan campuran dari unsur - unsur petroleum hydrocarbon, yang terdiri semata - mata atas Prophane dan Buthane. Namun gas - gas kimia hasil ikutan dari industri petroleum,
seperti Ammonia Hidroksida ( NH ), Vinyl Chloride Monomen ( VCM ), Ethylene dan lain - lain kadang - kadang juga diangkut dengan kapal laut.


Gas - gas tersebut diatas diangkut dengan kapal laut dalam bentuk cairan. Untuk mencairkannya dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut :


1. Dibawah tekanan pada temperatur Ambient ( sekitarnya ).
2. Didinginkan penuh ( i. a. pada titik didihnya ) pada suhu antara ( - ) 30° C dan ( - ) 48° C, kecuali Ethylene yang mempunyai titik didih sekitar ( - ) 104 ° C (kemudian diturunkan suhunya).
3. kombinasi dari keduanya ( yaitu ditekan dan diturunkan suhunya ) (semi refrigrated )
Untuk pemuatannya, Petroleum gas dicairkan dengan cara ( umumnya ) diturunkan suhunya didarat sesuai dengan suhu yang dikehendaki. Kapal - kapal LPG dapat menurunkan sendiri atau mempertahankan suhu sehingga ( - ) 50° C . Gas - gas yang terjadi selama operasi ini (dan selama pelayaran dapat dicairkan kembali oleh system pencairan sendiri di kapal.

Suhu yang rendah harus dipertahankan selama proses pemuatan dan pengangkutan.

Nama                                             Titik didih                                 B.J. Gas Cair

Propane                                          - 42,3 C                                       0,583
Butane                                            - 0,5  C                                       0,602

Carrying Weight : Summer 45° C & Winter 32° C .............................Max 97 % of loading capacity


1. Hal - hal yang harus diperhatikan sebelum muat :

- Bila ada gas LPG mendekati Lover Exploxive Limit ( dalam vol % : 2,2 % - 9,5 % ) berikan ventilasi dengan CO2.
- Berisi sekeliling tangki, Compressor, LPG pump.
- Pasang bounding wire sebelum menghubungkan selang.
- Tutup pintu - pintu, jendela - jendela dari kamar - kamar di deck.
- Jangan ada pekerjaan yang menimbulkan panas.
- Matikan power supply yang non - anti explosive electric current.
- Jalankan G.S. Pump.
- Siapkan slang - slang kebakaran dan portable extinguishers.
- Periksa Emergency Shut Off Valves.
- Periksa Safety Valve dari tangki
- Periksa Pressure Gauge, Thermometer
- Periksa earthing antara tangki dan selang ( Pipe line )

2. Hal - hal yang harus diperhatikan selama muat :
- Muat jangan lebih dari 97 % dari Loading Capacity dengan suhu harus dibawah 45° C.
- Radio station kapal jangan digunakan.
- Periksa kemungkinan kebocoran
- Jangan sampai cerobong kapal mengeluarkan api.

3. Larangan memuat pada keadaan sebagai berikut :
- Electric Storm ( Badai Petir )
- Disekitar ada kapal yang sedang akan merapat atau melepaskan diri dari dermaga.
- Disekitar ada kebakaran
- Bila keadaansuhu demikian rupa, sehingga permukaan LPG didalam tangki tidak bisa dibaca.

4. P e m u a t a n :
- Dilakukan dengan atau kompressor dari darat.
Hubungan Vapour Line dan Liquid Line darat dengan Vapour Line dan Liquid Line dari kapal.
- LPG Pump dan Compressor kapal jangan digunakan.
- Liquid LPG masuk kapal melalui Liquid Line dan Vapour yang terdesak dari tangki kembali kedarat melalui Vapour line.
- Selesai muat tutup semua Valve. Emergency Shut - Off Valves.
- Bersihkan dengan ventilasi semua alat - alat, jangan sampai masih ada gas LPG yang tertinggal.

5. Pembongkaran :
- Dilakukan dengan kompressi dari kapal; juga dengan LPG pump kapal.
- Pressurised Vapour yang dihasilkan oleh kompressor yang diambil dari darat atau dari tangki yang belum dibongkar, dikompresikan ke tangki yang akan dibongkar melalui Vapour - Line. Liquid LPG mengalir melalui Liquid Line kedarat.
- Bila memakai LPG Pump, Liquid akan mengalir dulu ke pompa dan kemudian di booster ke darat.
- Selesai membongkar, tutup semua valves, Emergency Shunt Off Valve.
- Sebelum Bounding Wire Off, lepas dulu hose.
- Bersihkan dengan ventilasi alat - alat yang digunakan, jangan sampai ada LPG gas yang tertinggi.

6. Yang harus dicatat selama memuat / membongkar :
- Waktu mulai memuat / membongkar
- Waktu menghubungkan / melepaskan hose.
- Saturated Vapour LPG sebelum memuat / membongkar
- Suhu udara
- Waktu start pompa / kompressor
- Suhu dengan Vapour pressure dalam tangki.
- Tekanan hisap dengan tekanan Delivery dan Capasitas pompa.
- Waktu selesai muat / bongkar.

7. Yang harus diperhatikan selama Pelayaran :
- Suhu selalu dibawa 45 C
- Tekanan Vapour selalu dibawah 17,6 kg/cm G.
- Selalu check dengan gas detector adanya kebocoran - kebocoran.
- Jangan ada perubahan - perubahan keadaan seperti setelah muat ( vaives dan lain - lain ).
- Adanya api dari cerobong.

Membersihkan tangki LPG :
- Masukkan gas N 2 keadaan tangki melalui liguid - pine.
- Hisap keluar dengan kompressor gas N 2 yang telah bercampur dengan LPG.
- Buang campuran gas N 2 dengan LPG melalui pipa ditiang.
- Bila LPG < 2 %, boleh bercampur dengan udara.
- Buka lubang tangki dan periksa 0 2 sebelum orang masuk.
- Jangan dekatkan LPG dan Vapour pada benda - benda yang panas ( bahaya kebakaran ).

B.   L. N. G ( Liquid Natural Gas ) :

Gas cair ini, utamanya Ethane dan Methane, tidak dapat dapat dicairkan hanya dengan tekanan saja. Karena itu diangkut pada suhu yang amat rendah dibawah titik nol . Ethane ( - ) 104 Djt C dan Methane ( - ) 165 Djt C, dan dibawah tekanan.



Nama                                         Titik didih                                      B.J. Gas Cair

Methane                                        - 161,5 C                                              0,474
Ethane                                           - 104                                                     0,547

Selanjutnya cara pemuatan dan lain - lain sama dengan LPG ( Bedanya hanya pada proses pencairannya )